Menulis Mengedit dan Menyajikan

Membuat Menulis dan Mengedit

Arsip untuk September, 2008

Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.

Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berukuran di atas 137 GB, menggunakan metoda LBA 48 bit.

Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS yang digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini adalah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator (http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS-009302.htm). Cukup dengan menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.

Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan digunakan, dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.

Drive Optik

Perangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk urusan storage. Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi.

 

Permasalahan komputer lainnya :

PC Tidak Bereaksi Saat Tombol Power Ditekan

Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.

Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.

Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.

Drive Optik.

VGA dan Display

Networking

Ditulis dalam Komputer | 1 Komentar »

Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan

Permasalahan:

BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.

 

Solusi:

Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang baru tersebut belum terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.

Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan sedikit pengetahuan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sangat menyarankan untuk memanfaatkan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah berpengalaman.

Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah pusing lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan pilihan yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah dibandingkan menggunakan perintah FDISK untuk kebanyakan orang.

Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah. Misalnya selama ini Anda sudah menggunakan operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang memiliki administrator rights Anda dapat melakukan hal berikut ini.
Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.

Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dari sini Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda dengan lebih mudah.

Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system.

 

Permasalahan komputer lainnya :

PC Tidak Bereaksi Saat Tombol Power Ditekan

Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.

Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.

Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.

Drive Optik.

VGA dan Display

Networking

Ditulis dalam Komputer | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru

Permasalahan:

Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.

 

Solusi:

Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk.

Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.

Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.

Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.

 

Permasalahan komputer lainnya :

PC Tidak Bereaksi Saat Tombol Power Ditekan

Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.

Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.

Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.

Drive Optik.

VGA dan Display

Networking

Ditulis dalam Komputer | Tinggalkan sebuah Komentar »

Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Permasalahan:

PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.

 

Solusi:

Setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.

Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central (http://www.bioscentral.com).

 

Harddisk
Menyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D (yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam. Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidak terlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul.

 

Permasalahan lainnya :

PC Tidak Bereaksi Saat Tombol Power Ditekan

Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.

Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.

Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.

Drive Optik.

VGA dan Display

Networking

Ditulis dalam Komputer | Tinggalkan sebuah Komentar »

PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?

Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap.

Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik.

Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.

Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.

 

Permasalahan komputer lainnya :

Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.

Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.

Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.

Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.

Drive Optik.

VGA dan Display

Networking

Ditulis dalam Komputer | Tinggalkan sebuah Komentar »

Teknologi LCD

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Teknologi LCD sesungguhnya tidak hanya diterapkan pada monitor sebagaimana yang populer selama ini. Notebook, Ponsel, Pager dan berbagai perkakas elektronis lainnya pun menggunakannya. LCD ditemukan oleh seorang ahli botani asal Austria bernama Freidrich Reintzer, pada akhir abad ke-19. Istilah Liquid Crytal ini justru dipopulerkan pertama kali oleh fisikawan Jerman bernama Otto Lehmann. Berbeda dengan teknologi monitor CRT (Cathode Ray Tube), teknologi LCD membuat bentuk perkakas menjadi lebih ramping, mirip dengan teknologi LED (Light Emitting Diode) ataupun plasma gas.

 

Pada teknologi LCD tidak banyak dibutuhkan tenaga yang besar, sebagaimana display LED atau plasma gas, karena prinsip kerjanya tidak berbasis pada emisi melainkan pada pengaturan cahaya (Shuttering). Keunggulan monitor LCD dibandingkan dengan monitor CRT antara lain adalah: rendahnya daya konsumsi listrik, bobotnya lebih ringan, dan tidak terlalu menimbulkan interfensi magnetis dan elektris sebagaimana yang terdapat pada monitor CRT. Kelemahan monitor LCD dibandingkan dengan monitor CRT terutama pada tingkat akurasi warna yang dihasilkan di layar, keterbatasan sudut pandang (hanya tampak jelas bila dilihat dari arah tegak lurus), dan secara ekonomis masih sangat mahal, sedangkan pada monitor CRT, warna yang dihasilkan dari sel-sel aktif yang berpendar mati – hidup (On – Off), secara bergantian.

 

Sesungguhnya layar LCD tersusun atas matriks atau sel-sel aktif dan pasif. Suatu sel disebut aktif, bila ia memunculkan warna terang dengan latar belakang tiga warna dasar (Red, Green atau Blue) sementara yang pasif akan menghasilkan warna gelap dengan latar belakang putih. Sel yang aktif ini sering disebut juga sebagai Thin Film Transistor atau disingkat TFT. Dengan demikian kita dapat mengenal notebook dengan layar aktif atau pasif, itulah yang dimaksud layar pasif hanya menghasilkan kombinasi warna hitam – putih dengan tingkat gradasi tertentu.

 

Sedangkan layar aktif mampu menghasilkan kombinasi warna hitam – putih dengan tingkat gradasi tertentu. Sedangkan layar aktif mampu menghasilkan kombinasi dari tiga warna sehingga bisa mengubah citra menjadi jutaan warna. Itupun mengapa kualitas warna yang dihasilkan monitor LCD layar pasif tidak sebaik layar aktif, tapi yang aktif pun tidak sebaik monitor CRT. Refresh rate yang dihasilkan oleh monitor jenis LCD antara 40 – 60 Hz, sedangkan untuk jenis monitor CRT mencapai 75 Hz, tentu saja efek berkedippun jadi lebih rendah. Tentang sel yang ada pada sebuh layarmonitor LCD, ambil contohmonitor berukuran:1024 X 768 Pixel, jika di dalam setiap pixeltersebut terdapat sel sebanyak tiga buah (Red, Green, Blue), jadi di dalam monitor tersebut terdapat sel sebanyak: 1024 X 768 X 3 atau mendekati 2,4 juta sel.

 

Dengan demikian kita makin yakin mengapa monitor LCD relatif belum mampu mengimbangi populasi monitor CRT.

Ditulis dalam Komputer | 1 Komentar »

Sharing Data Folder di Jaringan/Network Komputer

Posted by Amanda pada 30 September 2008

Tujuan dari teknik ini adalah untuk berbagi akses kepada user lain pada suatu folder yang anda inginkan. Anda bisa memilih kepada user mana saja yang bisa atau boleh mengakses folder anda dan juga bisa memberikan akses kepada semua orang yang ada pada jaringan atau network anda.

Langkah atau tahap sharing folder di windows 98/me/2000/xp :

  1. Klik kanan pada folder yang anda ingin sebarkan aksesnya.
  2. Pilih ‘sharing’ atau ‘sharing and security’
  3. Pilih ‘share this folder to the network’ pada windows xp atau langsung menentukan folder display name.
  4. Pilih siapa saja atau user mana saja yang berhak mengakses folder anda dan tipe hak aksesnya. Pilih full access jika orang lain anda bolehkan untuk melakukan edit data maupun menghapus serta menambahkan file pada folder yang disharing. Pilih read only jika orang lain hanya boleh lihat-lihat atau mengkopi file saja.
  5. Pilih Ok jika anda telah melakukan pilihan.

Ditulis dalam Komputer, Windows | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.